(031) 3974627
Perpustakaan berfungsi sebagai wadah perawatan dan pelestarian warisan budaya bangsa kepada masyarakat. Melestarikan bahan pustaka pada prinsipnya berarti melestarikan kekayaan informasi suatu bangsa untuk kepentingan jangka panjang. Perpustakaan memiliki berbagai koleksi. Salah satunya koleksi yang disimpan di perpustakaan adalah naskah kuno. Pengertian Naskah kuno UU No 43 tahun 2007 adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau diperbanyak dengan cara lain, baik yang berada di dalam maupun luar negeri yang berumur sekurangkurangnya 50 tahun, dan yang mempunyai arti penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan.
Naskah kuno mampu memberi informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat masa lampau seperti politik, ekonomi, sosial budaya, fisikologi manusia, dan sebagainya. Informasi awal terkait dengan hal ini dapat ditemukan dalam kandungan naskah untuk dipelajari oleh semua orang. Naskah-naskah itu penting, baik secara akademis maupun sosial budaya. Naskah tersebut merupakan identitas, kebanggaan dan warisan budaya yang berharga. Secara sosial budaya, naskah kuno memuat nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan sekarang, sehingga menjadi sebuah tanggung jawab kita untuk mengungkap isi yang terkandung di dalamnya. Naskah kuno, di samping sebagai dokumentasi budaya juga bisa dijadikan objek pengajaran untuk mengambil nilai-nilai dan kandungan di dalamnya. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam merelevansikan nilai kebaikan yang ada di masa lampau untuk diterapkan hari ini.
Usaha pelestarian terhadap naskah-naskah kuno yang usianya sudah ratusan tahun sangat diperlukan, agar koleksi dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Preservasi dapat dilakukan dengan digitalisasi koleksi naskah kuno.
Seluruh koleksi naskah kuno yang teridenfikasi akan segera dilakukan digitalisasi. Pendigitalisasian tersebut harus dilakukan karena, fisik naskah kuno yang rapuh dan mudah rusak ketika disentuh. Digitalisasi memiliki manfaat yaitu untuk mengamankan isi naskah dari kepunahan agar generasi seterusnya tetap mendapatkan informasi dari ilmu-ilmu yang terkandung dari naskah tersebut. Nantinya bisa dimanfaatkan pada layanan penelusuran naskah kuno, ada beberapa alur yang harus ditempuh. Layanan penulusursan naskah kuno menerapkan layanan tertutup. Hal tersebut diterapkan karena, koleksi naskah kuno tergolong langkah, berusi ratusan tahun dan mudah rusak ketika disentuh. Jadi, nantinya pemustaka dapat melihat dan mengkaji naskah kuno yang telah dialihmediakan dalam bentuk digital melalui monitor yang telah disediakan.
Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.