Jl. Jaksa Agung Suprapto No.20, Tlogobendung, Bedilan, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61111

(031) 3974627

Bedah Buku Lintang Dua Ruang dan Audiensi IKAPI, Perkuat Sinergi Perbukuan dan Literasi di Kabupaten Gresik

Bedah Buku Lintang Dua Ruang dan Audiensi IKAPI, Perkuat Sinergi Perbukuan dan Literasi di Kabupaten Gresik

Gresik, 26 Agustus 2026 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku dan Audiensi bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur dan IKAPI Gresik pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan bertempat di Ruang Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan perbukuan, koleksi perpustakaan, serta budaya literasi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, S.H., M.Sos. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Adhi Kurniawan, S.IIP., M.Hum., selaku Ketua IKAPI Kabupaten Gresik, yang menyampaikan dukungan IKAPI terhadap pengembangan ekosistem perbukuan dan literasi di Kabupaten Gresik.

Penyerahan Hibah Buku

Usai rangkaian sambutan, Adhi Kurniawan dan Deddy Ardiansyah Suis, S.E., M.Ak. (Ketua IKAPI Provinsi Jawa Timur) menyerahkan hibah buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik. Hibah tersebut berupa 35 judul buku dengan total 65 eksemplar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koleksi perpustakaan dan peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menambah serta memperkaya koleksi yang tersedia bagi pemustaka.

Bedah Buku Lintang Dua Ruang


Setelah rangkaian pembukaan dan penyerahan hibah buku, kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku Lintang Dua Ruang karya Fadlilah Novia Rahmah dan Farida Novita Rahmah. Sesi bedah buku dipandu oleh moderator dan menghadirkan Heraldha Savira, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Duta Baca Jawa Timur, sebagai pembedah.

Dalam diskusi, penulis menceritakan proses kreatif di balik lahirnya Lintang Dua Ruang. Penulis mulai menulis novel tersebut sejak akhir tahun 2021. Salah satu hal yang turut menggerakkan penulis adalah keinginan untuk menuangkan nilai wasathiyah, khususnya mengenai toleransi dalam Islam.

Meskipun isu Islam dan toleransi menjadi salah satu hal yang dekat dengan penulis pada saat itu, penulis menjelaskan bahwa novel ini tidak dibuat dengan porsi khusus untuk membahas isu tersebut. Cerita berkembang secara mengalir dengan memadukan berbagai tema, seperti romance, politik, agama, sejarah, dan psikologi. Beragamnya tema tersebut memberikan ruang bagi pembaca untuk menemukan bagian cerita yang paling dekat dengan pengalaman mereka masing-masing.

Heraldha Savira dalam pembahasannya menyoroti adanya hubungan antara pengalaman pribadi penulis dengan karakter dan cerita yang dibangun dalam novel. Salah satunya dapat terlihat dari karakter dalam novel yang memiliki kecenderungan introvert dan dinilai memiliki kemiripan dengan karakter pribadi penulis. Namun, tidak seluruh cerita merupakan gambaran langsung pengalaman pribadi penulis. Salah satunya adalah adanya kisah romance dalam novel, sementara penulis sendiri masih lajang.

Selain mengangkat isu toleransi, agama, sejarah, dan psikologi, Lintang Dua Ruang juga menghadirkan isu kesetaraan gender. Hal ini terlihat melalui sosok Maura, tokoh utama dalam novel, yang mampu mencapai keberhasilan hingga menjadi kepala desa meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang kurang harmonis.

Perjalanan Maura menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin, mengambil keputusan, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut pembedah, gambaran tersebut relevan dengan kehidupan nyata bahwa latar belakang keluarga maupun jenis kelamin tidak semata-mata menentukan masa depan seseorang. Keberhasilan seseorang juga sangat dipengaruhi oleh kemauan, usaha, dan pilihan yang diambil dalam menjalani kehidupan.

Isu kesetaraan gender dalam novel juga ditampilkan melalui kehidupan rumah tangga Maura bersama suaminya. Keduanya digambarkan membagi peran dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan mengasuh anak. Pembagian peran tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab domestik bukan hanya menjadi kewajiban perempuan, tetapi dapat dilakukan bersama secara adil sesuai kesepakatan dan kemampuan masing-masing. Gambaran ini memperkuat pesan bahwa hubungan keluarga dapat dibangun melalui kerja sama, saling mendukung, dan kesetaraan antara pasangan.

Buku Lintang Dua Ruang juga menghadirkan sejarah Gresik sebagai bagian dari cerita. Gresik digambarkan sebagai kota pesisir yang sejak dahulu menjadi tempat persinggahan dan pertemuan berbagai etnis serta agama.

Dalam diskusi, keberadaan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh Islam yang menjadi bagian penting dalam sejarah Gresik menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat pada masa lalu telah hidup dalam keberagaman. Gresik sebagai kota pesisir menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat, sehingga nilai toleransi dan kehidupan berdampingan menjadi bagian dari perjalanan sejarahnya.

Di sisi lain, novel juga menyinggung sisi sejarah yang lebih kelam, seperti pengalaman masyarakat Tionghoa yang mengalami pengucilan pada masa Orde Baru. Kehadiran berbagai sisi tersebut membuat novel tidak hanya berbicara mengenai satu isu, tetapi menghadirkan beragam perspektif yang dapat direnungkan oleh pembaca.

Diskusi bedah buku menunjukkan bahwa sebuah karya sastra dapat menjadi ruang untuk menyampaikan nilai, pengalaman, dan berbagai persoalan kehidupan tanpa harus menggurui pembacanya. Pembaca dapat merefleksikan cerita berdasarkan pengalaman masing-masing dan menemukan isu yang paling mengena bagi dirinya, baik terkait persoalan keluarga, agama, toleransi, politik, sejarah, psikologi, kesetaraan gender, maupun hubungan antarmanusia.

Audiensi Bahas Pengembangan Koleksi dan Kerja Sama Perbukuan


Selain bedah buku, kegiatan juga menjadi forum audiensi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik dengan IKAPI Jawa Timur dan IKAPI Gresik. Audiensi membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan dunia perbukuan, khususnya kebutuhan dan ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengembangan koleksi buku elektronik (e-book) sebagai bagian dari upaya menyesuaikan layanan perpustakaan dengan perkembangan teknologi dan pola akses informasi masyarakat. Pengembangan koleksi digital dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendukung penguatan layanan perpustakaan berbasis teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, IKAPI menyampaikan kesiapannya untuk membantu melakukan koordinasi dan tindak lanjut dengan penerbit-penerbit dalam rangka mendukung ketersediaan buku elektronik yang berkualitas bagi kebutuhan koleksi perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi perpustakaan untuk menghadirkan koleksi yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemustaka.

Audiensi juga membahas peluang kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik dengan IKAPI Jawa Timur dan IKAPI Gresik. Salah satu bentuk kerja sama yang dinilai potensial adalah penyelenggaraan pameran buku, yang dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan buku dan penerbit kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan minat baca.

Melalui audiensi tersebut, terdapat kesamaan kepentingan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik dengan IKAPI Jawa Timur dan IKAPI Gresik dalam mendukung peningkatan kualitas dan ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat. Pengembangan koleksi buku elektronik, koordinasi dengan penerbit, serta penyelenggaraan pameran buku menjadi beberapa peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Kegiatan Bedah Buku Lintang Dua Ruang dan Audiensi IKAPI menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perpustakaan, penulis, penerbit, dan organisasi perbukuan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak bahan bacaan berkualitas yang dapat diakses masyarakat, sekaligus semakin terbuka ruang bagi tumbuhnya budaya literasi di Kabupaten Gresik.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas, memperkuat layanan perpustakaan, serta menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.