Surabaya – Suasana semarak mewarnai pelaksanaan Pekan Literasi yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Jalan Menur Pumpungan, Surabaya. Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur, Dr. Khofifah Indar Parawansa, M.Si meresmikan Galeri Wali Limo sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan hasil nilai pengawasan eksternal pengelolaan kearsipan kepada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, diserahkan pula hasil nilai pengawasan eksternal kearsipan untuk pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur secara simbolis kepada 10 daerah yang meraih nilai dengan kategori Sangat Memuaskan dan Memuaskan.
Kota Surabaya dan Kota Batu berhasil menempati peringkat tertinggi dengan predikat Sangat Memuaskan. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gresik turut masuk dalam jajaran 10 besar terbaik dengan kategori Memuaskan.
Capaian ini sesuai dengan target kinerja pengelolaan kearsipan dalam Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2021–2025. Untuk periode berikutnya, yakni Renstra 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan peningkatan nilai pengelolaan kearsipan menjadi Sangat Memuaskan.
Sejumlah langkah strategis pun mulai ditempuh, antara lain:
- Penambahan jumlah Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional Arsiparis dari dua orang menjadi enam orang, serta penempatan enam PPPK Arsiparis Ahli Pertama di enam OPD.
- Pengoperasian Depo Arsip sebagai pusat penyimpanan arsip daerah.
- Penerbitan empat Peraturan Bupati sebagai pedoman pengelolaan arsip di OPD, meliputi pengelolaan arsip statis, arsip dinamis, arsip vital, dan arsip terjaga.
- Penjadwalan akuisisi arsip statis di empat OPD dan pelaksanaan penyusutan arsip secara rutin.
Melalui upaya ini, diharapkan tata kelola kearsipan di Kabupaten Gresik semakin optimal dan profesional, sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi pemerintahan.




.jpg)
