GRESIK, 15 September 2026 — Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Upaya untuk menjaga keberadaannya terus dilakukan melalui berbagai kolaborasi, salah satunya melalui kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung hari ini, Selasa (15/9/2026), di Kabupaten Gresik.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, S.H., M.Sos. Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya sinergi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan bahasa dan budaya daerah.
Hal tersebut kemudian diperkuat oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., yang menyampaikan mengenai tugas dan fungsi Balai Bahasa dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.
Pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberagaman bahasa di Indonesia. Karena itu, pengenalan bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai ruang pembelajaran yang dekat dengan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, perpustakaan memiliki ruang yang strategis. Tidak hanya sebagai tempat membaca dan mengakses informasi, perpustakaan juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan bahasa, sastra, dan budaya daerah dengan cara yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang telah dikembangkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik adalah WISBASA (Wisata Pustaka dan Sinau Basa Jawa). Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal perpustakaan sekaligus belajar bahasa Jawa dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.
Kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat semakin memperkuat kegiatan-kegiatan serupa. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi ruang tumbuhnya budaya baca, tetapi juga menjadi salah satu tempat untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Melalui kerja sama ini, Dispusip Gresik dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan literasi, bahasa, dan budaya, sehingga kekayaan bahasa daerah tetap hidup dan dekat dengan generasi penerus.





