Jl. Jaksa Agung Suprapto No.20, Tlogobendung, Bedilan, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61111

(031) 3974627

DISPUSIP Gresik Gelar Kelas Literasi Bahas FOMO, Insecure, dan Drama Remaja

DISPUSIP Gresik Gelar Kelas Literasi Bahas FOMO, Insecure, dan Drama Remaja

Gresik, 9 September 2026 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik menggelar Kelas Literasi dengan tema “FOMO, Insecure, dan Drama Remaja” pada Rabu (9/9/2026) di Ruang Preservasi DISPUSIP Gresik. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Sherly Deasy Anjuwita Gultom, S.Sos., M.Sosio. sebagai pemateri.

Kelas Literasi ini membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. Peserta diajak memahami fenomena Fear of Missing Out (FOMO), rasa insecure, serta berbagai bentuk drama dalam pergaulan yang dapat muncul akibat penggunaan media sosial dan komunikasi yang kurang tepat.

FOMO dapat muncul ketika seseorang merasa takut tertinggal dari kehidupan atau pengalaman orang lain yang dilihat melalui media sosial. Sementara itu, rasa insecure dapat muncul ketika seseorang terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, drama di kalangan remaja juga dapat dipicu oleh kesalahpahaman informasi, emosi yang berlebihan, rumor, maupun pesan yang dipahami dengan maksud yang berbeda.

Melalui kegiatan tersebut, para remaja diajak untuk lebih mengenal dan menerima diri sendiri, tidak mudah terbawa emosi, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah 4P: Pause, Periksa, Pilih, dan Pulih. Pendekatan ini dapat menjadi langkah sederhana bagi remaja untuk berhenti sejenak, memeriksa informasi dan situasi, menentukan respons yang tepat, serta memulihkan diri setelah menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan. Raisya dari SMP YIMI menanyakan apakah membatasi waktu penggunaan media sosial dapat membantu mengatasi FOMO.

Dalam pembahasannya dijelaskan bahwa membatasi penggunaan media sosial dapat membantu mengurangi FOMO karena seseorang tidak terlalu sering terpapar aktivitas, pencapaian, maupun kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial. Dengan mengurangi paparan tersebut, seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada kehidupan dan aktivitasnya sendiri.

Pertanyaan lainnya disampaikan Biya dari SMP Negeri 2 Gresik mengenai bagaimana remaja dapat mengetahui bakat dan kemampuan dirinya, mengingat sebagian orang baru menemukan kemampuan tersebut ketika sudah dewasa.

Peserta diajak untuk tidak takut mencoba berbagai hal sejak usia remaja. Dengan mencoba berbagai kegiatan, seseorang dapat mengenali hal-hal yang disukai, mengetahui kemampuan yang dimiliki, sekaligus menemukan bidang yang sesuai dengan dirinya. Proses mengenali diri tidak harus terjadi dalam waktu singkat karena pengalaman dari berbagai aktivitas dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk menemukan minat dan potensi diri.

Kegiatan Kelas Literasi ini menjadi ruang bagi remaja untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berdiskusi mengenai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan literasi yang dekat dengan pengalaman remaja, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, DISPUSIP Gresik terus mendorong pengembangan literasi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengenali diri, menyikapi lingkungan sosial, serta menggunakan media digital secara bijak.


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.