GRESIK – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, S.H., M.Sos., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan bincang buku Jembatan Tak Kembali karya Mardi Luhung yang diselenggarakan oleh Kebun Buku SMA NU 1 Gresik (Smanusa), Rabu (10/6/2026), di Aula Idham Khalid SMA NU 1 Gresik.
Kegiatan yang menghadirkan langsung penulis buku tersebut berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa, guru, pegiat literasi, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan itu Kepala SMA NU 1 Gresik Dr. H. Agus Syamsudin, M.A., Kepala Perpustakaan Kebun Buku Smanusa Dra. Hj. Prasetya Rita Dewi, M.Pd., serta para pembincang Gus Yahya Muhammad dan Gus Sholihu Huda.
Dalam sambutannya, Budi Raharjo menyampaikan apresiasi atas komitmen SMA NU 1 Gresik yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan literasi melalui perpustakaannya yang dikenal dengan nama Kebun Buku. Menurutnya, upaya yang dilakukan Smanusa menjadi contoh nyata bagaimana perpustakaan sekolah dapat berkembang menjadi ruang belajar yang hidup, kreatif, dan inspiratif bagi para pelajar.
“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kebun Buku Smanusa. Selama ini Smanusa telah menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan program-program literasi yang tidak hanya mendorong minat baca siswa, tetapi juga memperluas wawasan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah,” ujar Budi.
Pada kesempatan tersebut, Budi juga mengenang perjalanan panjang kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik dengan SMA NU 1 Gresik. Ia mengingat kembali bagaimana kedua lembaga tersebut pernah bahu-membahu mengantarkan Kebun Buku Smanusa meraih prestasi sebagai juara lomba perpustakaan tingkat nasional sekitar sepuluh tahun lalu.
“Sepuluh tahun yang lalu kita bersama-sama berjuang dan berkolaborasi hingga Kebun Buku berhasil menjadi juara lomba perpustakaan tingkat nasional. Prestasi itu menjadi bukti bahwa sinergi yang kuat antara sekolah dan pemerintah daerah mampu melahirkan capaian yang membanggakan,” katanya.
Budi berharap kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai program literasi yang inovatif. Ia menilai kolaborasi antara sekolah, perpustakaan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan tingkat kegemaran membaca masyarakat di Kabupaten Gresik.
Sementara itu, bincang buku Jembatan Tak Kembali menghadirkan diskusi yang menarik mengenai isi, latar belakang, serta proses kreatif penulisan karya tersebut. Para peserta memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan penulis dan para pembincang, sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap karya sastra sekaligus berbagai perspektif yang melingkupinya.
Melalui kegiatan ini, Kebun Buku Smanusa kembali menegaskan perannya sebagai ruang literasi yang aktif dalam menumbuhkan budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis di kalangan pelajar. Kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi dan meningkatkan kegemaran membaca di Kabupaten Gresik.



.jpg)
.jpg)
