Gresik, 19 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik menyelenggarakan Pameran Hari Buku Nasional 2026 pada Selasa (19/5) di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik.
Kegiatan diawali dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) bertajuk “Masih Relevankah Buku Disebut Jendela Dunia?” yang dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, S.H., M.Sos. Forum tersebut menghadirkan Arista Mahardika sebagai narasumber dan diikuti oleh perwakilan PT Smelting, unsur sekolah, komunitas literasi, pegiat literasi, serta masyarakat umum.
Pada kesempatan tersebut, PT Smelting menyerahkan bantuan buku kepada tiga madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Gresik, yakni MI Al-Karimi Desa Tebuwung, MI Tarbiyatus Shibyan Desa Sumengko, dan MI Islamiyah Desa Sidorukun Kertosono. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan budaya baca serta memperkaya koleksi bahan bacaan di lingkungan sekolah.
Setelah kegiatan pembukaan, pengunjung dapat menikmati berbagai sajian literasi yang menjadi bagian dari Pameran Hari Buku Nasional 2026. Beragam kegiatan dan pameran diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan sastra dan perbukuan Indonesia.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah Pameran Buku Langka yang menampilkan enam koleksi buku lawas yang kini sudah jarang ditemui. Pameran tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan ragam koleksi buku lama kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap koleksi perpustakaan.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi Pameran Karya Penulis Muda Lokal Gresik yang menampilkan sejumlah karya penulis daerah beserta standee profil penulisnya. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus wadah promosi bagi para penulis lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.
Salah satu sudut pameran yang menarik perhatian pengunjung adalah Pentagon Archive Display yang menampilkan biodata para sastrawan Indonesia dari Angkatan Balai Pustaka hingga Angkatan 1950. Melalui sajian tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perkembangan sastra Indonesia serta kontribusinya terhadap dunia literasi nasional.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia juga menyelenggarakan Review Buku Online Challenge. Melalui kegiatan ini, peserta diajak membuat ulasan buku secara kreatif dan membagikannya melalui media sosial dengan menandai akun resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik. Tiga peserta terbaik akan mendapatkan merchandise sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka.
Daya tarik lainnya adalah hadirnya Pohon Literasi “Jejak Sastra Indonesia” yang memuat karya-karya sastra berdasarkan periodisasi angkatan sastra Indonesia, mulai dari Angkatan Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan 1945, Angkatan 1950, Angkatan 1966, Angkatan 1970, Angkatan 1980, Angkatan 1990, Angkatan 2000, hingga sastra mutakhir. Melalui media tersebut, pengunjung dapat mengenal perkembangan sastra Indonesia secara lebih menarik dan interaktif.
Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Penerbit Mizan melalui bazar buku “Out of the Boox” yang menyediakan beragam pilihan buku bagi masyarakat. Kehadiran bazar tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang berkualitas sekaligus menumbuhkan budaya membaca.
Melalui penyelenggaraan Pameran Hari Buku Nasional 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik berharap dapat meningkatkan minat baca masyarakat, memperluas wawasan literasi, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra dan penulis Indonesia, khususnya penulis lokal Kabupaten Gresik. Dengan semangat Hari Buku Nasional, masyarakat diharapkan terus menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang literat, cerdas, dan berdaya saing.
.jpg)




.jpg)